Suatu hari saya menerima sms dari istri saya tercinta.
“Bagaimana mungkin seseorang dapat mencintai sesuatu yang tidak sempurna tanpa merasa patah hati karenanya?”
Rupanya istri saya mengenal seseorang. Karena menurutnya orang itu mempunyai pengharapan yang baik maka dijadikannya orang itu teman. Tapi ternyata teman barunya itu melakukan sesuatu yang menurutnya tidak baik. Karena dia menyayangi semua temannya maka istri saya merasa patah hati akibat perbuatan temannya itu.
Semua orang memang tidak dapat hidup sendirian tanpa seorang teman. Bahkan Adam yang tinggal di surga yang penuh kenikmatan pun membutuhkan Hawa untuk menemaninya. Apalagi kita yang masih tinggal di dunia yang penuh kesukaran ini.
Teman yang baik adalah sebuah anugerah yang besar. Teman yang baik menghibur hati kita dan menentramkan kegundahan kita. Teman yang baik selalu mendorong dan meningkatkan semangat kita untuk mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Teman yang baik mengingatkan kita apabila kita melakukan kesalahan. Teman yang baik melihat keunikan kita dan menghargainya. Teman yang baik berhak menerima kasih sayang dan do’a dari kita.
Namun teman yang baik pun tetaplah seorang manusia biasa. Dia tetaplah mempunyai kekurangan. Dia tidaklah sempurna sebagaimana kita pun tidak sempurna.
Terhadap teman yang tidak sempurna itu kita harus bersikap bijaksana. Sangatlah tidak pantas menjauhi teman hanya karena satu atau dua perbuatannya yang tidak bisa diterima sementara dia adalah orang yang baik, yang bertakwa dan takut kepada Rabb-Nya. Apabila dia melakukan kesalahan sudah menjadi kewajiban kita sebagai teman untuk mengingatkannya. Apabila kesalahannya itu dilakukannya kepada kita maka menjadi kewajiban kita pula untuk memaafkannya.
Allah berfirman
“Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS Al A’raf : 199)
Yang demikian ini tentunya karena diri kita sendiri pun tidak luput dari kesalahan. Dan apabila suatu saat kita lalai melakukan kesalahan semacam itu tentunya kita pun berharap teman kita melakukan hal yang sama. Karena kita bukanlah makhluk yang sempurna.
“Maka, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS An Nisa : 94)
“Seandainya tidak karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian niscaya tidak seorang pun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya” (QS An Nur 21)
Abud Darda ra berkata “Mencela teman itu lebih baik daripada kehilangan dirinya. Siapakah orangnya yang bisa mendapatkan segalanya pada diri saudaranya?”
Seorang bijak pernah mengatakan “Janganlah hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya bisa ditutupi oleh kebaikannya yang lebih banyak, anda menjadi jauh dari seseorang yang pernah anda puji latar belakangnya, yang pernah anda terima kehidupannya, yang pernah anda ketahui kemuliaannya dan yang pernah anda ketahui kemampuan berpikirnya. Karena anda tidak akan mendapatkan seorang pun yang sopan tanpa aib atau dosa. Coba posisikan diri anda dalam posisinya, tidakkah anda terpaksa harus melihatnya dengan ‘ainur ridha dan tidak menilainya dengan kaca mata hawa nafsu. Ketika anda menempatkan diri dalam posisinya dan menilainya maka akan ada sesuatu yang bisa membantu mendapatkan apa yang anda inginkan. Anda juga mendekatkan diri kepada orang yang melakukan dosa itu.”
Al Hasan ibn Wahab berkata “Di antara hak-hak mencintai adalah memberi maaf terhadap kesalahan teman dan menutup mata atas kekurangannya. Itu pun jika ada.”
Teman yang kita bicarakan disini adalah teman yang baik. Teman yang selain itu tidak masuk dalam bahasan ini. Sehingga tentunya kesalahan yang dibahas dalam tulisan ini pun adalah kesalahan yang wajar dilakukan semua orang dan bukan kesalahan karena menyimpangnya aqidah atau kesalahan karena hilangnya rasa takut kepada Allah. Kesalahan yang demikian adalah jenis kesalahan yang cukup menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan orang tersebut dari daftar pertemanan kita. Karena hakikat pertemanan adalah untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran.